5 Spesies Burung yang Sudah Punah di Alam Liar

Burung adalah hewan unggas yang memiliki ciri khas warna bulunya yang cantik, paruhnya yang menawan, gerakannya yang lincah, kicauannya yang merdu dan yang paling unik adalah kemampuannya untuk terbang.

Tidak heran dengan semua anugrah keindahan yang dimiliki burung, membuatnya diburu untuk dijadikan hewan peliharaan dan dikurung dalam sangkar. Bahkan telur burung ini pun juga jadi incaran, baik dari hewan pemangsa maupun manusia.

Perkembangan teknologi memungkinkan manusia menciptakan alat perangkap yang disebar dimana-mana. Perburuan secara liar dan kurangnya pengawasan akan mempercepat proses kepunahan suatu spesies. Kebutuhan manusia akan lahan untuk persawahan, perkebunan dan mendirikan bangunan juga salah satu sebab rusaknya ekosistem. Kurangnya pengetahuan atas kelangkaan suatu spesies burung membuat penduduk lokal dan pedalaman tetap menangkapnya untuk kebutuhan konsumsi. 

5 Spesies Burung yang Sudah Punah di Alam Liar dengan Status EW (Extinct in the Wild)

1. Hawaiian Crow Corvus hawaiiensis

Hawaiian Crow Corvus hawaiiensis (Foto oleh: Gil Ewing / flickr)

Corvus hawaiiensis (Peale, 1848) terakhir ditemukan di Kona Forest salah satu unit di Hakalau Forest National Wildlife Refuge pada tahun 2002 dan hanya 2 ekor. Penyebab kepunahan gagak hawai karena penyakit Toxoplasma gondii, avian malaria (Plasmodium relictum), dan virus Fowlpox.

https://www.iucnredlist.org/species/22706052/94048187
https://www.inaturalist.org/observations/29689033

2. Spix's Macaw Cyanopsitta spixii

Spix's Macaw Cyanopsitta spixii spesies burung yang sudah punah di alam liar (EW)
Spix's Macaw Cyanopsitta spixii (Foto oleh: Iggino Van Bael / flickr)

Pada tahun 2000 Cyanopsitta spixii (Wagler, 1832) hanya tersisa 60 ekor di penangkaran dan diperkirakan punah di alam liar Brazil karena habitat burung Spix's Macaw yang hilang dan diperjualbelikan secara ilegal.

https://www.inaturalist.org/observations/50196997
https://www.iucnredlist.org/species/22685533/153022606

3. Alagoas Curassow Mitu mitu

Alagoas Curassow Mitu mitu spesies burung yang sudah punah di alam liar (EW)
Alagoas Curassow Mitu mitu (Foto oleh: deboas / iNaturalist)

Mitu mitu (Linnaeus, 1766) terakhir terlihat di Pernambuco pusat endemis Alagoas dan Pernambuco, timur laut Brazil, dan tersisa 130 ekor di penangkaran. Musnahnya habitat Mitu mitu di hutan timur laut brazil dikarenakan pembukaan lahan untuk perkebunan tebu.

https://www.iucnredlist.org/species/22678486/132315266
https://www.inaturalist.org/observations/20313389

Guam Kingfisher Todiramphus cinnamominus 

Guam Kingfisher Todiramphus cinnamominus spesies burung yang sudah punah di alam liar (EW)
Guam Kingfisher Todiramphus cinnamominus (foto oleh: Bryant Olsen / flickr)

Pada tahun 1986 Burung endemik pulau Guam, Amerika Serikat ini punah di alam liar karena serangan predator yaitu ular pohon Boiga irregularis. Dan hanya 29 Todiramphus cinnamominus (Swainson, 1821) yang berhasil ditangkarkan.

https://www.inaturalist.org/observations/7539788
https://www.iucnredlist.org/species/22725862/117372355

Socorro Dove Zenaida graysoni

Socorro Dove Zenaida graysoni spesies burung yang sudah punah di alam liar (EW)
Socorro Dove Zenaida graysoni (foto oleh: bryanto / iNaturalist)

Sekarang ada 150 ekor di penangkaran. Catatan terakhir Zenaida graysoni (Lawrence, 1871) ditemukan di alam liar habitat aslinya pada tahun 1972 di Socorro, kepulauan Revillagigedo, Mexico. Alasan kepunahan burung Merpati Socorro karena hama yang merusak ekosistemnya.

https://www.iucnredlist.org/species/22690740/93286172
https://www.inaturalist.org/observations/7539816 

Faktor Kepunahan

Dapat disimpulkan penyebab kepunahan spesies burung karena faktor alam seperti predator dan penyakit, serta campur tangan manusia seperti penebangan liar, pembukaan lahan, perburuan liar, perangkap, dan polusi.

Upaya Penyelamatan

Karena itu balai konservasi dan tempat penangkaran mulai mengembangbiakkan spesies tertentu yang ditetapkan terancam kepunahan. Memberikan penyuluhan pada penduduk lokal terutama yang masih primitif dan hidup di pedalaman. Tentu saja tingkat keberhasilan mereka perlu didukung dari semua pihak, terutama oleh pemerintah.

Sumber:
www.iucnredlist.org
Doi.org
iNaturalist.org

Komentar